{ 1 }

{ 2 }

{ 3 }

{ 4 }

{ 5 }

{ 6 }

{ 7 }

{ 8 }

{ 9 }

{ 10 }

{ 11 }

{ 12 }

{ 13 }

{ 14 }

{ 15 }

{ 16 }

{ 17 }

{ 18 }

{ 19 }

Welcome


Selamat datang di Battle Royale RPG, sebuah forum RPG yang didasarkan pada novel, film, dan manga Battle Royale yang merupakan karya Koushun Takami. Dengan melakukan registrasi di forum ini, Anda dapat menjadi peserta Program Battle Royale yang bertarung hingga mati.

Timeline Term 9: 1988/1989
Batas Kelahiran Term 9: 1 April 1973 - 31 Maret 1974

Info Kuota:
Kuota Visualisasi Non-Asia: 0/2
Kuota Relasi Keluarga: 0/3
Kuota Relasi Non-Keluarga: 0/3
Kuota Survivor: 0/1


Best viewed in Google Chrome


The Survivor


Mori Hiroaki
Navigate
Switch

Jika Anda memiliki lebih dari satu karakter dan ingin melakukan penggantian akun silahkan gunakan fungsi ini.

Info




Musim Semi

Suhu: 11 - 24°C
Tahun 1988/1989


“No Winter Lasts Forever. No Skips It's Turn.” -Unknown-

Bunga-bunga telah bersemi. Sudah siapkah rencana kalian untuk Hanami?


Contact Us





Staffs' Twitters





Latest Shouts In The Shoutbox -- View The Shoutbox · Rules -  

Pages: (2) 1 2  ( Go to first unread post ) Reply to this topicStart new topicStart Poll

 There's nowhere I'd rather be, (c) sometimes, Spears.
Sugimoto Eri
 Posted: Aug 23 2017, 11:07 PM
Quote Post




Kakak Blesteran Metong Karena Salah Rekap Yayasan Keluarga Hotar



#847
149
N/A






Rest In Pieces

N/A


N/A

equilibrium

New York, 23 Mei 1971

Yamagata

Tubuh tinggi semampai, tinggi di atas rata-rata anak perempuan Jepang, iris hitam, rambut hitam panjang sebatas punggung—lebih sering digerai. Hanya dikuncir satu ketika olahraga.

B type, feminis, emosi mudah meledak.

Hilary Rose Morgenthau. Bahasa Jepangnya kurang lancar, kalau dirumah lebih sering menggunakan bahasa asing: Perancis dan Inggris.

Awards: None




Pada awalnya, Eri tidak pernah menyetujui kepindahan mereka ke Jepang. Negara ini seram dan adaptasi selalu menjadi momok yang menakutkan bagi dara. Kemampuan sosialisasinya juga payah, Eri tidak pintar bercakap-cakap sebenarnya. Kadang ia memilih diam atau sibuk menenun pikirannya sendiri, lebih banyak berkutat dengan dunianya sendiri. Pelariannya seringkali akademik, membaca literatur atau sekadar memecahkan rumus matematika. Ia gemar mengutak-atik angka. Akemi sebagai ibu kadang khawatir pada anak perempuannya yang jarang betingkah selayaknya anak gadis normal. Ada saja komentarnya yang selalu mendulang pikiran dara. Tapi Eri tahu, Akemi hanya ingin anak perempuannya bersikap normal. Jalan-jalan, berbelanja, nonton sama teman-teman atau bercanda. Eri hanya punya  sedikit teman, bukan karena ia ingin sok eksklusif hanya karena dara tak ingin salah pilih teman tapi tipikal anak perempuan bukannya sama semua? Meskipun ia tidak pernah dituntut untuk punya prestasi yang membanggakan tetapi dara hanya mampu melarikan diri pada kesibukan yang menguras otak. 

Mungkin kesan ini yang didapatkan adik laki-lakinya, Eri adalah kakak yang membosankan, karena tidak bisa diajak bermain atau melakukan hal-hal gila. Terutama sejak mereka pindah ke Jepang. Diskriminasi yang begitu kuat, diam-diam menangis diatas tumpukan buku pelajarannya, jadi jangan heran kalau ketika buku catatannya dipinjam akan ada bekas-bekas air disana. Itu bekas airmatanya yang turun tanpa sadar. Eri meraup oksigen sebanyak-banyaknya, sebenarnya ia sendiri tidak tahu kenapa bisa punya perasaan sebal dengan Tengai. Anggapannya Akemi terlalu menyayangi orang lain dan posisinya digantikan, iya. Harusnya Eri yang dinomorsatukan, padahal mau bagaimanapun, mau seperhatian apapun Akemi pada Tengai, Eri akan tetap jadi anak kandungnya, bukan Tengai. Tapi seakan-akan pernyataan itu tidak cukup untuk dara yang kini mengamati Tengai dalam kilauan kristal pekatnya. 

Bagaimana rasanya punya adik? 

"Biasa saja." Karena mungkin ia dan Sullivan jarang bicara dan lebih banyak bertengkar, "Lebih banyak bertengkar. Kenapa? Kamu mau Sullivan jadi adikmu? Ambil saja, rela kok aku." Ia meraih kotak susu yang diambil seenaknya dari lemari pendingin Hikaru. Walau tinggal sendiri, tapi isi lemari pendingin pemuda itu penuh. 

Sepasang bola matanya mengamati konsol yang disodorkan padanya, diam-diam menyimpan tawa.

"Serius kamu?" Kedua alisnya bertaut, "Aku payah main game, tidak bakat. Kalau kamu sodorin aku soal matematika 100 nomor, aku kerjain sampai selesai, sumpah." Jemari telunjuk dan tengahnya terangkat sebatas pelipis. Pasalnya ia memang payah dalam bermain game, sudah terbukti dari komentar Sullivan setiap kali bermain dengannya. Pasti kesal karena Eri mudah dikalahkan. 

"Aku nonton kamu main saja deh," Ujarnya menaruh konsol yang tadi disodorkan ke lantai begitu saja, "Kayaknya lebih enak lihat orang main daripada aku yang main." 

--------------------

We're different and the same
We're a thousand miles from comfort, we have traveled land and sea. But as long as you are with me, there's no place I'd rather be. I would wait forever, exalted in the scene, as long as I am with you, my heart continues to beat. If you gave me a chance I would take it. It's a shot in the dark but I'll make it. Know with all of your heart, you can't shake me. When I am with you, there's no place I'd rather be
It's easy being with you, sacred simplicity

PM
^
1 User(s) are reading this topic (1 Guests and 0 Anonymous Users)
0 Members:

Topic OptionsPages: (2) 1 2  Reply to this topicStart new topicStart Poll


 


 

Affiliates [ View All | Link-us ]
Domain CO.NR Tower Prep RPG Socius Somnium Oozora Gakuen Toshima New Indo Durmstrang 
 


SEATTLE, WA., A SKIN BY REVO. OF RPG-DIRECTORY.COM (CBOX CODE BY KISMET)
Battle Royale © Koushun Takami
Forum belongs to Akuzawa Tadashi
Some modifications and forum buttons made by Akiyama Sakura
Graphics © Staffs